Jumat, 12 Juli 2013

masih dalam keraguan itu


Di sisi lain aku  mengerti tentang ini, namun tak mudah aku bisa terpaut kuat memahami, sering kali aku terpengaruh hegomoni duniawi. Yang ada semuanya jadi semu kembali.
Sering terbersit sebuah keinginan dalam diri untuk menancapkan keteguhan iman yang hakiki, anehnya tujuan itu sering terkikis oleh sebuah kemaluan hati yang sebenarnya harus bisa aku singkiri.
Hari ini kembali lagi, kembali berkecamuknya hati yang meronta untuk dimanjakan sang pemiliknya. Aku tau keinginan yang berasal dari hati ini fitrah adanya, dan ini tentunya mencerminkan keadaan sang empunya hati.
Kulirik sebuah kopi di pojakan meja sana, baunya tak lagi mengaroma, warnanya pun telah lekam, berbeda dengan air putih yang ku taruh kemarin, aromanya memang tak ada tapi tak beubah warna, putih ya putih dan tak akan berubah menjadi hitam atau pun merah.

Rabu, 26 Juni 2013

Meronta

Mungkin saat ini aku belum diberi kesempatan untuk pulang bertemu denganmu ,bu. Tapi aku disini baik-baik saja, dikanan kiriku banyak orang-orang yang menyayangiku, mereka menghormatiku, menghargai aku ,dan aku pun senang berada disekitar mereka ,bu.

Bu, jika aku jujur.  Hati ini menangis, meronta ingin pulang, ingin bersandar dipangkuanmu, bu. Meski hanya beberapa detik saja. Bu, ada dua hal yang membuatku enggan untuk pulang. Enggan bukan berarti aku tak rindu orang-orang rumah, bukan bu. Sama sekali bukan.

Selasa, 18 Juni 2013

Kami Terjepit


Tuhan, kami tahu setelah kesusahan pasti datang kemudahan, kami benar-benar meyakini itu. Tapi kenapa di negeriku seolah tak pernah nampak kemudahan itu, malah yang sering muncul hanya petinggi-petinggi negeri yang tak tahu konsep diri.
Kini kami tertindas, Tuhan…
Kami didzolimi oleh mereka yang sedang duduk di “kursi”…
Kami menangis, teriris dan meringis...
Hak  kami dirampas…
Kami pun tertindas…

Sabtu, 08 Juni 2013

Mereka Mengejekku

Merenung, yaa itulah aktivitasku akhir-akhir ini. Heran, bimbang, dan galau mungkin itu rasa yang saat ini berkecamuk menari-nari melawan kefrontalan hati. Bodoh, itu bisikan yang masih aku dengungkan dari kalian yang pernah menggunjingku.

Entah apa yang harus aku rubah dalam diri ini, perasaan was-was selalu menghantui tatkala aku beriringan dengan kalian yang menganggap aku berbeda.

Sungguh ini membekas dalah hati, Tuhan. Bahkan benang-benang utusan-Mu pun tak mampu membekukan luka ini. Aku tau, sikapku berdendam hati itu di benci oleh-Mu. Tapi rasa ini masih ada, Tuhan.

Mereka mengejekku, aku takut Tuhan. Takut kalau-kalau nanti mereka membawa gerombolan dari sekalian mereka mengintrogasiku. Dan bertanya padaku, " mengapa kau berbeda dari yang lainnya?". Lantas apa yang nanti akan ku keluarkan dari mulut ini.

Bibirku masih kelu untuk menyampaikan yang sebenarnya memang harus dan kudu aku sampaikan, tapi aku masih ragu Tuhan, ragu dengan mereka yang nanti akan mengejeku kembali bahkan menertawakanku dan menganggap aku berbeda.

Mungkin ini proses yang Kau skenariokan untukku,

Sekali lagi Tuhan, mereka mengejekku I'am so sad, God. Please help me .



Jumat, 07 Juni 2013

TENTANG KITA (Part II)



          Hallo..Hallo..Hallo…..
          Ane nongol lagi nih, pasti sobat Blogger udeh kagak sabar lagi pengen baca lanjutan cerita “Tenteng Kita” yeee….Oke..oke tenang, ane suguhin deh special pake telor, coklat, apa keju buat sobat blogger sekalian. ,,,
          Part II ini ane tulis di sela-sela kesibukan ane pemirsah ( so, sibuk banget ). Rehat gambar ane langsung capcus nulis pemirsah, ane iseng-iseng buka postingan blog eh ternyata ketemu postingan ane yang pertama ane luncurin. Dan kemudian terbersit untuk melanjutkan mosting Part II nya, awalnya sih ane ragu, soalnya hawa males terus menggelayuti, mata Nampak sipit, tangan males mijit keyboard, ide pun hilang entah kemana. Tapi berkat dorongan sobat blogger semua yang kekeh peuteukeuh (baca : memaksa) untuk lanjutin part II nya, dengan senang hati ane terbitin deh. Dan inilah hasilnya CEKIDOTTT…. ^_^

Minggu, 26 Mei 2013

Sedikit Memudar

Keyakinan ini luntur kembali Allah, rasanya baru kemarin aku merekatkan dan telah berkomitmen untuk berada pada rengrengan mereka. Tapi kini keraguan mulai menggelayuti, apa yang harus aku lakukan untuk tetap teguh pada komitmenku kemarin ?

Selasa, 21 Mei 2013

Senja Ini Setahun yang Lalu






Senja ini setahun yang lalu. semua bergerak. orang-orang beraktifitas. pejabat berganti. ada yang mati. ada yang lahir. semua berubah dibanding setahun lalu. ada yang datang. ada yang pergi.
Senja ini setahun yang lalu. semua berubah. ada yang mulai tua. ada yang mulai bisa berjalan. ada yang makin pandai terbang. ada yang hilang tertiup angin senja.
Senja ini setahun yang lalu. ada juga yang dunianya tak pernah berputar. diam. bisu. gelap. tak ada yang berubah. tak ada yang bergerak. pengetahuannya tak bertambah. malah mungkin makin parah.
Senja ini setahun yang lalu. ada yang penuh harap menemukan impiannya. ada yang kecewa. ada yang bersuka cita.
Senja ini setahun yang lalu. yang pasti tak bisa mundur ke waktu itu. yang pasti bumi akan terus berputar. menggilas siapun juga. baik yang diam ataupun bergerak cepat.
Senja ini setahun yang akan datang?

PENAYANGAN LAMAN

Google+ Followers

MONGGO GABUNG

Mau Cari Apa ?

Memuat...

Artikel Terbaru