Assalamu’alaikum Wr.Wb
Sebelum
ane bercerita tentang sebuah perjuang hidup sang empat dara, terlebih dulu ane
ucapin terimakasih kepada mereka yang telah mendukung dalam pembuatan catatan
ini, terimakasih kepada Bu Siti seorang pedagang yang selalu setia mensuplai
tenaga ane, sehingga catatan ini bisa di publikasikan. Urutan kedua setelah Bu
Siti adalah Bu Gendong yang setia dengan nasi rames dan bala-balanya (bahasa
sunda). Selain ibu-ibu yang tangguh itu ane ucapin terimakasih juga kepada
mereka yang rutin berseliweran dengan motornya di jalanan Cempaka Sari sana,
berkat kalian kami selalu solid, kenapa ??? Karena dengan mereka melewati jalan
ini kebersamaan kami semakin lengket,
seperti kue lapis. Mungkin masih banyak lagi orang-orang yang terlibat dengan
ini, pokoke matur nuhun sanget untuk semuanya ……..
